Admin
Jumat, 24 Januari 2025
Pada 20 Januari 2025, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem. Bencana ini mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung dari 21 Januari hingga 4 Februari 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan, Bapak Muhammad Yulian Akbar, menyatakan bahwa posko-posko tanggap darurat telah disiapkan di masing-masing kecamatan terdampak untuk memfasilitasi evakuasi dan penyaluran bantuan.
Bupati Pekalongan, Ibu Fadia Arafiq, menegaskan bahwa bencana tanah longsor di Petungkriyono menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Beliau menginstruksikan pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus akibat longsor, guna mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyiapkan dana tak terduga (DTT) untuk pemulihan wilayah Petungkriyono pascabencana. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, bersama dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Kepala Bagian Perekonomian Setda, turut berperan aktif dalam koordinasi penyaluran bantuan dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Mereka memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan program pemulihan ekonomi berjalan efektif.
Upaya tanggap darurat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi, dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.