Selasa, 1 Maret 2022. Kegiatan Tagana Masuk Sekolah/TMS
Kegiatan Tagana Masuk Sekolah/TMS adalah salah satu bagian dari Pembentukan Kampung Siaga Bencana.
Sesuai dengan instruksi dari surat edaran bersama Kemensos dan Kemendikbud, menyadari tingginya resiko dan dampak yang dihadapi anak usia sekolah ketika terjadi bencana, Kemensos menetapkan program kegiatan pengurangan resiko bagi anak-anak sekolah serta kelompok anak dan remaja Indonesia.
Tujuan dari kegiatan TMS adalah
- tersampaikannya kebijakan mengenai kebijakan, kegiatan dan teknis pelaksanaan TMS yang dilaksanakan secara tatap muka/offline maupun online,
- tercapainya kesamaan persepsi antara pusat dan daerah mengenai pentingnya pelaksanaan TMS sebagai salah satu upaya penanggulangan bencana dan kegiatan yang perlu dilakukan untuk kesinambungan program,
- tersedianya petunjuk teknis kegiatan TMS untuk digunakan petugas pusat maupun daerah dalam menyusun usulan dan rencana kebutuhan serta dalam melaksanakan kegiatan di lapangan,
- tersedianya petunjuk teknis yang dapat direplikasi pelaksanaan di daerah menggunakan sumber dana APBD atau sumber dana lain yang tidak mengikat.
Bentuk kegiatan TMS sebagai berikut:
- pengenalan jenis bencana dan model penanganan menghadapi bencana,
- strategi kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencanan,
- pengorganisasian penanganan bencana di Satuan Pendidikan,
- menentukan tanda bahaya yang disepakati dan sipahami oleh seluruh pemangku kepentingan di Satuan Pendidikan,
- menentukan dan memasang tanda petunjuk serta evakuasi dan titik kumpul,
- penyampaian informasi/laporan dan permohonan pertolongan,
- penyelenggaraan kegiatan simulasi kebencanaan secara rutin.
Prinsip pelaksanaan TMS:
- pengurangan resiko bencana berbasis sekolah,
- inklusif,
- ramah anak.
Tempat dan waktu pelaksanaan TMS:
Tanggal 1 Maret 2022
- Pukul 08:00 WIB
- Pukul 09:00 WIB
- Pukul 11:00 WIB
- Pukul 14:00 WIB.
Tanggal 2 Maret 2022
Rabu, 2 Maret 2022
- Pukul 08:00 WIB
- Pukul 10:00 WIB
- Pukul 08:00 WIB.
Selasa, 1 Maret 2022. Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Desa Karangjompo Tirto
Sosialisasi pembentukan Kampung Siaga Bencana/KSB akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 1-3 Maret 2022.
Hari ini, Selasa 1 Maret 2022, acara sosialisasi pembentukan KSB telah dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dan dihadiri oleh Muspika, Kepala Desa se-Kecamatan Tirto, Tim Tagana, Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial dan Masyarakat sekitar.
Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menyampaikan pengarahan berdasarkan Permensos Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana,
Kampung Siaga Bencana adalah wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat penanggulangan bencana.
Tujuan dibentuknya KSB yaitu
- memberi pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana,
- membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat,
- mengorganisir masyarakat terlatih siaga bencana,
- menjamin terlaksananya kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang berkesinambungan,
- mengoptimalkan potensi sumber daya manusia untuk penanganan bencana.
Kegiatan Pembentukan KSB meliputi Pembentukan KSB di Desa Karang Jompo Kecamatan Tirto dan Tagana Masuk Sekolah/TMS di Sekolah/Ponpes Kecamatan Tirto,Wiradesa dan Bojong.
Peserta Kegiatan KSB terdiri dari unsur masyarakat peduli bencana dari lima Desa yaitu Desa Karang Jompo, Tegal Dowo, Mulyorejo, Jeruksari dan DesaPacar, serta di dukung oleh tim Tagana Kab.Pekalongan.
Kegiatan KSB terbagi sebagai berikut:
- Hari pertama Penyuluhan/sosialisasi KSB 100 peserta,
- Hari ke-2 Pelatihan KSB 60 peserta,
- Hari ke-3 Simulasi Penanggulangan bencana 250 peserta,
- Tagana Masuk Sekolah/TMS di Sekolah dan Ponpes masing-masing 100 peserta.
Selasa, 1 Maret 2022
Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat konsen pada upaya mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong, diantaranya dengan dilaksanakannya berbagai program yang mengedepankan pada kesejahteraan rakyat, salah satunya adalah pemberian bantuan biaya hidup bagi penunggu pasien fakir miskin yang diluncurkan pada 1 Januari 2022 yang lalu.
Program tersebut berupa pemberian bantuan uang dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada penunggu pasien dengan kriteria antara lain Penunggu pasien haruslah keluarga dari pasien yang statusnya fakir miskin yang menjalani rawat inap di Puskesmas rawat inap atau kamar kelas III pada RSUD di wilayah Kabupaten Pekalongan. Bantuan diberikan dalam bentuk uang sebesar 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per hari dengan batas paling lama (maksimal) 4 (empat) hari perawatan, bantuan hanya diberikan kepada 1 orang penunggu pasien dalam 1 keluarga untuk 1 kali perawatan dalam 1 tahun anggaran, jadi bantuan yang diberikan tidak bersifat terus menerus dan selektif.
Perlu diketahui pula bahwa yang dimaksud keluarga dalam program bantuan ini adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas suami istri, atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus keatas atau kebawah sampai dengan derajat ketiga Sedangkan yang dimaksud fakir miskin adalah orang yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian atau memiliki sumber mata pencaharian namun tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian yang layak dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau berstatus fakir miskin menurut legalitas Kepala Desa/Lurah Ditemui di ruang kerjanya, Doedy Budhi Purwanto, S.IP selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menjelaskan bahwa mekanisme pemberian bantuan yaitu Penunggu pasien membuat surat permohonan kepada Bupati Pekalongan melalui Kepala Dinas Sosial, dengan melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan atau Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang telah dilegalisir oleh desa/kelurahan dan kecamatan, serta surat keterangan rawat inap dari Puskesmas/ Rumah Sakit tempat pasien dirawat.
Ditambahkan Doedy, Pemberian bantuan dilaksanakan dengan mekanisme non tunai yaitu dengan pemberian Virtual Account (VA) yang nantinya bisa dicairkan melalui Bank Jateng, dan permohonan bantuan dapat diajukan paling lama 30 hari sejak selesainya rawat inap, dan InsyaAllah akan dicairkan paling lambat 30 hari setelah surat permohonan diajukan. “Kami berharap bantuan ini tepat sasaran sehingga benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, dan Kami tekankan bahwa tidak ada potongan serupiahpun, jadi masyarakat akan menerima bantuan utuh 100% sesuai nominal bantuan yang seharusnya mereka terima,” tegas Doedy. (reni)
Senin, 31 Januari 2022
Menteri Sosial Tri Rismaharini (ketiga kiri) didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria (kedua kanan) meninjau lokasi banjir di Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/1/2022). Mensos meninjau lokasi pascabanjir bandang di Kedungwuni dan longsor di Petungkriyono serta memberikan bantuan logistik bencana, sembako, dan perlengkapan kebersihan kepada warga terdampak bencana.
Pada kunjungan ke Kabupaten Pekalongan, Mensos Tri Rismaharini juga melihat bendungan Kletak yang alurnya membelok. "Tadi saya coba analisa, saya juga kebetulan mantan wali kota dan insinyur arsitek. Jadi saya tahu bagaimana, kira-kira bisa diselesaikan untuk sementara," katanya.
Menurut dia, dampak pemanasan global memang cukup besar yaitu yang dulu daerah tidak banjir sekarang bisa menjadi wilayah banjir. "Nah karena itu, memang antisipasinya memang harus lebih siap, tidak bisa kita membiarkan atau menerima karena dampaknya kepada masyarakat," katanya.
Ia menilai banjir yang terjadi di wilayah Dukuh Kranji, Kecamatan Kedungwuni pada Rabu (19/1) karena adanya penyempitan sungai akibat endapan yang cukup besar. "Oleh karena itu, kita memang harus melakukan langkah-langkah. Saya tanya kepada Pak Sekda berapa alat beratnya? Dia jawab ada dua sekarang posisi ada di tempat longsor. Ok, kami akan bantu satu alat berat yang akan menangani di lokasi banjir," kata Tri Rismaharini.
Tiba di Lokasi Banjir-Longsor Pekalongan, Tekankan Pentingnya Kesiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem
PEKALONGAN, PRIPOS.ID (25/01/2022) – Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau lokasi banjir dan longsor di kawasan pegunungan bagian selatan Kabupaten Pekalongan. Akibat terjangan banjir dan longsor membuat akses jalan utama Petungkriyono-Doro, terputus. Kunjungan dilakukan pada Selasa, 25 Januari 2022.
Tiba di lokasi bencana, Mensos menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan, di Kantor Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Hadir menyambut Mensos, Camat Hadi Surono, Sekretaris Daerah Yulian Akbar, dan Wakil Bupati Riswadi.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos mendengarkan perkembangan penanganan bencana dan kemungkinan dukungan yang bisa diberikan Kementerian Sosial. Saat ini aparat gabungan termasuk TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana), masih terus bekerja melakukan evakuasi material longsor berupa batu, lumpur, dan kayu.
Kepada Mensos, Sekda Yulian Akbar menyatakan sudah mengerahkan peralatan berat sebanyak dua unit. “Kemensos akan membantu dengan menambah satu unit alat berat lagi untuk mempercepat evakuasi material longsor. Dengan demikian diharapkan normalisasi akses jalan bisa berjalan lebih cepat,” kata Mensos dalam kesempatan itu.
Saat rombongan Mensos tiba, kondisi jalan sudah lebih baik. Sebagian material longsor telah disingkirkan dan telah membuka ruang bagi lalu lintas kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Mensos dan rombongan juga bergerak menuju Kelurahan Kedungwuni Timur dan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni. Mensos mengecek kesiapan bantuan dan menemui Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako.
Dalam kesempatan bertemu media, Mensos kembali mengingatkan fenomena cuaca ekstrem yang akhir- akhir ini makin sering terjadi. “Karena sekali lagi dampak _global warming_ ini cukup besar. Yang dulu daerah nggak banjir sekarang banjir, karena itu memang perlu langkah-langkah antisipasi,” katanya.
Mensos meminta pemerintah dan masyarakat tidak terlena. “Harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, Karena kalau bencana terjadi, korbannya ya masyarakat,” katanya.
Mensos mengimbau kepada masyarakat baik yang berada di wilayah pegunungan agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. “Dengan cuaca ekstrim seperti saat ini, potensi terjadinya bencana sangat mungkin terjadi terutama bencana alam tanah longsor dan banjir,” ujarnya.
Berdasarkan penjelasan dalam pertemuan tersebut, Mensos juga menekankan, ada bagian badan sungai yang sudah jadi daratan. Menurut analisanya sebagai insinyur dan pengalaman sebagai wali kota, daratan tersebut perlu dikembalikan fungsi sebagai aliran sungai seperti awal.
Laporan sementara, longsor terjadi setidaknya di 10 titik yang menutup akses jalan (Data dari BPBD). Sehingga upaya membersihkan material longsoran untuk membuka akses jalan terus dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan bantuan berupa paket logistik bencana, paket sembako, dan perlengkapan kebersihan dengan total nilai Rp403.116.169.
Bantuan logistik terdiri dari Makanan Anak sebanyak 210 paket, family kit 100 paket, kids ware 100 paket, peralatan dapur keluarga 100 paket, tenda gulung 50 lembar, kasur 100 unit, foodware 100 paket, dan beras 1.000 kg.(reni)
Senin, 31 Januari 2022
Kajen, 24 Jan 2022. Seluruh staf admin Dinas Sosial menerima sosialisasi dan pelatihan aplikasi BLANGKON JATENG. Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari upaya Pemprov Jateng mengantisipasi terjadinya tindak pidana korupsi di wilayah Jateng. Pemprov Jateng berkolaborasi dengan MBIZ memanfaatkan sistem perdagangan elektronik Busines to Busines e commerce (B2B) mbizmarket.co.id melalui program Jateng Belanja Langsung Toko Online (Blangkon Jateng). Program tersebut bertujuan untuk pengadaan barang dan jasa dengan nilai belanja maksimal Rp. 50.000.000,- per transaksi.
Blangkon Jateng merupakan internalisasi perubahan budaya kerja menuju digitalisasi pengadaan barang dan jasa, untuk memberi kemudahan dan perluasan usaha kepada UMKM dalam pasar pengadaan barang dan jasa pemerintah.(reni)
Senin, 31 Januari 2022
KAJEN – Pada tanggal 24 Februari 2021 terjadi bencana angin besar yang merobohkan rumah Bu Kabul di Desa Dororejo Kecamatan Doro, berita tersebut langsung dilaporkan oleh TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Doro ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan. Dari laporan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan langsung menindaklanjuti dengan memberi bantuan ke lokasi kejadian. Bapak sekretaris Dinas Sosial dan salah satu stafnya langsung meninjau ke lokasi untuk menyalurkan bantuan dan memotivasi agar Bu Kabul dan keluarga tetap bersyukur dan semangat untuk menjalani hari – hari kedepan.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN - Seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pekalongan melaksanakan program vaksinasi pada tanggal yang telah terjadwal. Begitu juga pegawai di kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, telah melakukan vaksinasi tahap satu pada tanggal 9 Maret 2021 dan tahap dua pada tanggal 23 Maret 2021. Pelaksanaan vaksinasi di kantor PMI Kajen, dilakukan oleh vaksinator dari tim dokter PMI Kajen.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN – Perayaan HUT TAGANA ke-17 diselenggarakan di kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan pada tanggal 24 Maret 2021, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, serta sebagian besar pengurus dan anggota Tagana kabupaten Pekalongan. Acara tersebut adalah momentum untuk mengingat kembali semua perjuangan yang telah dilakukan tim Tagana dalam kiprahnya selama 17 tahun ini menjadi tim siaga bencana.
Sejak diikrarkan pembentukannya di Lembang Bandung tahun 2004 lalu, Tagana membawa nama harum di persada nusantara. Tagana sendiri adalah suatu organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasis masyarakat. Keberadaan Tagana selama ini telah banyak melakukan kegiatan kemanusiaan dalam bencana dan kegiatan kesejahteraan sosial yang akhirnya menjadi salah satu organisasi yang diterima oleh masyarakat.
Semoga tim Tagana kedepan tetap sigap dan tanggap, sesuai dengan slogan Tagana yaitu Sigap dan Tanggap.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN - Ananda Nur Salimah berusia 6,5 tahun, beralamat di desa Kedung patangewu penyandang disabilitas fisik dan mental sejak lahir. Nursalimah membutuhkan bantuan kursi roda karena selama ini orang tuanya menggendongnya jika ingin berpindah tempat. Orang tuanya mengajukan permohonan bantuan melalui TKSK ( Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ), kemudian permohonan tersebut diteruskan kepada kementrian sosial dan dipenuhi.
Selasa, 18 Mei 2021