KAJEN - Pada 18 belas Februari 2021 Dinas Sosial kabupaten Pekalongan, bidang penanggulangan kemiskinan, seksi pengolahan data mengunjungi Pusdatin (Pusat Pengolahan Data dan Informasi) Kementrian Sosial Republik Indonesia, dalam acara koordinasi dan konsultasi terkait masalah krusial di masyarakat tentang usulan yang belum bisa masuk dalam DTKS ( Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), bantuan sosial dan usulan aplikasi siks droid. Dari konsultasi tersebut diperoleh beberapa hal sebagai berikut: 1). Verval tahun 2021 sementara belum diterbitkan SK Kemensos karena Menteri Sosial yang baru masih fokus pada pembenahan bantuan sosial yang bekerja sama dengan Himbara, maka SK Verval DTKS menggunakan data bulan Oktober 2020, 2). Boleh menggunakan aplikasi siks droid atas ijin Kemensos dan SDM petugas pemuktahuran data harus dipersiapkan terlebih dahulu kemampuan IT nya, 3). Pelaksanaanverval di masing-masing Desa tetap dilaksanakan berdasarkankebutuhan desa masing-masing melalui musyawarah desa dan hasil vervalnya untuk sementara dihimpun ditingkat desa sambil menunggu proses verval ditingkat desa selesai.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN - Korban banjir yang melanda kabupaten Pekalongan pada bulan Februari 2021, menyebabkan beberapa desa terendam air, sehingga hampir semua warga dari beberapa desa tersebut harus mengungsi di posko pengungsian yang disediakan oleh Dinas Sosial kabupaten Pekalongan. Di tempat pengungsian banyak anak-anak dari para korban banjir, anak-anak tersebut tentu saja merasa kurang nyaman karena tinggal dibangunan sekolahan bercampur dengan banyak orang. Anak-anak juga kemungkinan mengalami tekanan karena mereka tidak bisa bermain bebas seperti dirumah mereka sendiri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial dari Dinas Sosial kabupaten Pekalongan memberikan Layanan Dasar Psikososial yang bertujuan untuk menghibur anak-anak agar tidak jenuh dan supaya anak-anak bisa melepas unek-unek yang tersimpan dihatinya agar mereka tetap merasa bahagia. Jenis layanan yang diberikan berupa sharing kegiatan sehari-hari selama dipengungsian, menyanyi bersama, menggambar, mewarnai dan dongeng untuk anak.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN - Korban banjir yang melanda kabupaten Pekalongan pada bulan Februari 2021, menyebabkan beberapa desa terendam air, sehingga hampir semua warga dari beberapa desa tersebut harus mengungsi di posko pengungsian yang disediakan oleh Dinas Sosial kabupaten Pekalongan. Di tempat pengungsian banyak anak-anak dari para korban banjir, anak-anak tersebut tentu saja merasa kurang nyaman karena tinggal dibangunan sekolahan bercampur dengan banyak orang. Anak-anak juga kemungkinan mengalami tekanan karena mereka tidak bisa bermain bebas seperti dirumah mereka sendiri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka relawan dari BPRSPDF dr. Soeharso berkoordinasi dengan tim dari Dinas Sosial kabupaten Pekalongan memberikan Layanan Dasar Psikososial yang bertujuan untuk menghibur anak-anak agar tidak jenuh dan supaya anak-anak bisa melepas unek-unek yang tersimpan dihatinya agar mereka tetap merasa bahagia. Jenis layanan yang diberikan berupa diskusi dan tebak-tebakan sederhana serta permainan outdoor yang diikuti semua anak yang berada di posko pengungsian tersebut.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN – Setelah sempat viral di media, seorang penyandang disabilitas bernama Gading Oga Saputra yang berjualan di kompleks alun alun Kajen menarik perhatian Menteri Sosial RI Dr. Ir. Tri Rismaharini, MT. Dengan didampingi Dirjen Rehsos, Direktur rehab sosial penyandang disabilitas dan kepala BBRVPD Cibinong, Mensos Risma mendatangi kediaman Gading di Dukuh Bubak Desa Kebonagung Kecamatan Kajen guna penyerahan bantuan layanan atensi berupa modal usaha sebesar Rp.2.000.000,- dan motor roda tiga senilai Rp.17.500.000,-. pada Minggu (26/5/2021) siang. Rombongan Mensos diterima Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, SH.MH., Pj. Sekda Ir Bambang Irianto M.Si serta Kadinsos Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya, Mensos Risma menyampaikan Kemensos akan berusaha menolong para penyandang disabilitas karena tahun ini pihaknya akan membuat alat bantu kurang lebih 490 unit untuk mobilitas disabilitas dan nilainya kurang lebih 15 Milyar. “Mudah-mudahan ini menyemangati saudara-saudara kita disabilitas untuk tidak putus asa dan tidak menyerah karena dibalik kekurangan yang diberikan Alloh kepada kita, Alloh pasti memberikan kelebihan ,” ucap Risma. Risma menjelaskan dirinya mengetahui Gading dari pemberitaan media. Dikatakan pula ia berterima kasih kepada Bupati Pekalongan beserta seluruh jajaran yang telah merespon. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi SH.,M.Si mengungkapkan Pemerintah mengambil inisiatif kemudian melakukan pemetaan sekaligus pendampingan terhadap disabilitas dan selanjutnya akan dibantu sesuai dengan kebutuhan. “Ananda Gading ini kan jualan di alun-alun Kajen sudah dibelikan sepeda motor roda tiga yang dobel fungsi sekaligus bisa untuk jualan.” ungkapnya. Menurut Bupati Asip tidak hanya Gading saja yang menerima bantuan, Dinas Sosial sudah mempunyai data para penyandang disabilitas dari semua tuna (netra, rungu, dan sebagainya) yang nantinya akan didampingi. “Prinsip, pemerintah terus melakukan upaya untuk membantu seluruh lapisan masyarakat,”imbunya.
Senin, 17 Mei 2021
Sepanjang kurun waktu tahun 2020 kemarin telah dilaksanakan program Monitoring dan Evaluasi Program Perlindungan Sosial yang diampu oleh Dinas Sosial kabupaten Pekalongan, yang terdiri antara lain bantuan bagi Penyandang Disabilitas, KUBE (Kelompok Usaha Bersama), WRSE (Wanita Rawan Sosial Ekonomi), Program Keluarga Harapan (PKH), program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Santunan Kematian dan Bantuan Lanjut Usia.
Untuk tahun 2020 ada yang berbeda, mengingat dan menimbang bahwa program PKH telah menuai pro dan kontra dan menjadi sorotan masyarakat, karena mereka yang mendapatkan justru telah mapan secara ekonomi. Di sisi lain, jenis bantuan sosial yang lain yang disebutkan di muka telah selaras dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), artinya mereka yang menerima bantuan sudah selaras dengan kondisi riil sosial-ekonominya yang membutuhkan bantuan.
Penggunaan Tim yang ramping, hanya terdiri 2 orang petugas lapangan yang berbeda lokasi, membuat Tim ini kaya fungsi dengan metode random sampling, mengingat ketersediaan anggaran yang ada. Masing-masing petugas menelisik secara cermat kondisi riil KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang di tengah pandemic masih dapat menggeliat dalam aspek pendapatan, masih dapat menghidupi seluruh anggota keluarga dan adanya kepemilikan asset, baik harta bergerak maupun tidak bergerak.
Pelaksanan yang mengacu pada data tahun 2019 tersebut, Alhamdulillah dapat menggraduasi 350 peserta PKH yang terbukti masuk katagori tidak miskin, mulai dari mereka yang berasal dari komponen perangkat, pengusaha konveksi hingga pengusaha rumahan. Melalui pendekatan interaktif, treatmen dan assesment, mereka secara legawa mau mundur dari kepesertaan program PKH dengan menandatangani Surat Pernyataan secara Bermeterai, termasuk Perangfkat Desa yang seharusnya tidak diperbolehkan secara regulasi menerima bantuan ini.
Masukan konstruktif agar manakala mereka mundur secara sadar diri setelah dimotivasi Petugas yang berkunjung ke rumah mereka secara langsung, dapat secara serta-merta pada tahun berikutnya dapat secara otomatis digantikan oleh mereka yang berhak. Jikalau hal ini dapat diimplementasikan, sudah barang tentu dapat mengurangi angka kemiskinan./(YP)
Kamis, 29 April 2021
Pada hari ini Selasa tanggal 27 April 2021 tim dari Kemensos didampingi tim dari Dinsos Kab. Pekalongan, serta petugas pelopor perdamaian melakukan kegiatan Psikososial ke rumah kediaman Alm. Sertu Kom. Ahmad Faizal (2-2-1992) yang turut menjadi korban kapal selam Nanggala 402 di rumah duka Desa Gebangkerep RT 002 RW 006 Kec. Sragi Kab. Pekalongan. Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih nerusia 1.5 tahun.
Pada kesempatan tersebut disamping melakukan Psikososial juga dari Dinsos memberikan bantuan berupa bahan pangan.
Selasa, 27 April 2021
Sebagai Tindak Lanjut peninjauan lapangan pada korban Kebakaran Rumah di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, Selasa tanggal 14 Januari 2020 Dinas Sosial menyerahkan bantuan kepada 2 rumah / 3 Kepala Keluarga terkena musibah yang terdiri dari 3 kasur busa, 2 set alat makan, 2 paket alat dapur, 1 selimut dan 2 family kit. Penyerahan bantuan dilaksanakan dirumah korban dengan dihadiri oleh TKSK, Kepala Desa Karangjompo beserta perangkatnya.
Bantuan yang diberikan sebagai bentuk empati dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan untuk meringankan beban keluarga korban kebakaran. Selain menyerahkan bantuan, Kepala Dinas Sosial Rachmawati, S.IP.MM juga memberikan Support kepada korban untuk bisa membenahi kehidupanya, bertawakal serta berdoa agar diberi kemudahan untuk membangun kembali rumahnya dan bersemangat untuk membangun usahanya kembali./(YP)
Selasa, 27 April 2021
Senin tanggal 13 Januari 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, Kepala Dinas Sosial Rachmawati, S.IP.MM didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Drs. Munif. M.Kes berkunjung ke rumah korban Kebakaran yang terdiri dari 2 rumah ditempati oleh 3 Kelapa Keluarga (Ibu Kholifah, Bapak Khosidin, dan Ibu Wasiyati ) yang beralamatkan di RT 02/01 Desa Karangjompo Kecamatan Tirto.
Kunjungan pada hari Senin tanggal 13 Januari 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, setelah mendapat perintah langsung dai Bapak Bupati Pekalongan bersama dengan OPD terkait guna percepatan penanganan secara terpadu.
Adapun kunjungan Kepala Dinas Sosial terkait dengan bantuan yang diperlukan disesuaikan dengan ketersediaan barang – barang di Dinas Sosial guna meringankan beban korban kebakaran yang terjadi pada malam sebelumya./(YP)
Selasa, 27 April 2021
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 mulai melakukan penyaluran Bantuan Bahan Pangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan dalam rangka jaring pengaman sosial untuk warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19.
Penyaluran perdana ini mulai dilakukan pada hari Senin (20/4/2020) di Kecamatan Wonopringgo oleh Bupati Pekalongan dan Kecamatan Petungkriyono oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Sosial Rachmawati menyerahkan Berita Acara Penyerahan Barang kepada Camat sesuai kontrak dengan rekanan, selanjutnya Camat agar mengatur distribusi bantuan kepada masyarakat untuk diambil dari pihak Desa.
‘’Saya berharap untuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini, para kepala desa untuk langsung mendatangi warga ke rumahnya masing-masing, sekaligus mengecek kondisi warga sehingga para kepala desa tahu persis kondisi warganya seperti apa," kata Bupati Asip Kholbihi.
Kemudian Bupati Asip Kholbihi menjelaskan, untuk yang berhak mendapatkan bantuan bahan pangan kali ini adalah warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19 dan masuk dalam kriteria penerima bantuan ini.
‘’Kita sudah punya kriteria untuk warga masyarakat yang berhak menerima bantuan ini, yaitu warga yang tidak masuk dalam program PKH maupun Program Sembako atau bantuan pangan non tunai (BPNT) dari Pemerintah Pusat," terangnya.
‘’Yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga yang selama ini kerja di berbagai sektor, ada yang dari sektor pariwisata, angkutan, kemudian pedagang-pedagang kecil yang basisnya ada di desa, yang diusulkan oleh kepala desa," jelas Bupati Asip.
Bupati mengharapkan penerima bantuan bahan pangan mendoakan agar masyarakat diberi kesehatan dan pandemi Coved-19 ini segera berlalu sehingga masyarakat bisa beraktifitas seperti semula. Aamin.
"Hari ini Selasa (21/4/2020) Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan bahan pangan dalam rangka Jaring Pengaman Sosial di Kecamatan Kajen dan diterima oleh Camat Kajen disaksikan oleh Kepala Desa/Lurah, Tim pendamping dan para hadirin.(/YP)
Selasa, 27 April 2021