KAJEN, 24 Maret 2022. Peringatan HUT Tagana ke 18, mengusung Tema Nasional “Sinergi Bersama Multipihak Tagana Perkuat Mitigasi Bencana”.
Apel Siaga Hut ke-18 Tagana Tingkat Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan. Apel dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan (Totok Budi Mulyanto,S.E), dengan peserta apel seluruh jajaran ASN Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Tim Tagana Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas BPBD beserta anggotanya, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan (TKSK) dan SDM Program Keluarga Harapan (PKH). Apel Siaga berjalan dengan lancer, aman dan khidmat.
Dalam apel tersebut Totok Budi Mulyanto, S.E selaku Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menyampaikan pesan dan kesan dalam amanatnya bahwa Tagana harus selalu bersinergi bersama multipihak untuk memperkuat mitigasi bencana, hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir korban, terutama korban jiwa jika terjadi bencana. Di lapangan tim Tagana bekerja sama dengan tim dari BPBD, PMI dan tim lainnya mempunyai satu tujuan mulia yaitu untuk membantu menyelamatkan dan meminimalisir korban bencana. Totok Budi Mulyanto, S.E juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pengabdian dan dedikasi keluarga besar Tagana dalam menangani bencana di Kabupaten Pekalongan, masyarakat dan juga Pemerintah Daerah sangat terbantu dengan peran Tagana dan relawan.
Untuk mendidik kader-kader yang siaga bencana tim Tagana telah melaksanakan Program Tagana Masuk Sekolah yang bertujuan untuk mengajarkan sejak dini kepada siswa-siswi di sekolah tentang penanganan bencana. Totok Budi Mulyanto, S.E mengharapkan Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan turut membantu program Tagana Masuk Sekolah. Harapanya kedepan tagana semakin meningkat dalam pelayanan dan lebih profesional.
Ketua Tagana Kabupaten Pekalongan, Zainudin menyampaiakn rasa terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan khususnya Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dan berharap kedepan korban bencana bisa di minimalisir, terutama dengan kegiatan mitigasi program Tagana Masuk Sekolah dan bantuan program lainya bisa diakomodir di tahun-tahun berikutnya.
Kamis, 24 Maret 2022
PROFIL
TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA)
KABUPATEN PEKALONGAN 2022
PROFILE HISTORY
Latar Belakang dan Perkembangan TAGANA
Dasar Hukum
Mengapa Harus TAGANA
Siapa Saja Anggota TAGANA
Bagaimana Cara Perekrutan Anggota TAGANA
Perekrutan anggota Tagana berdasarkan :
PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian
Pembinaan TAGANA
KECAKAPAN
Kecakapan PB Bidang Bansos Bagi TAGANA
Prinsip TAGANA/PB
Perlindungan dan Penghargaan TAGANA
Kecakapan Dasar Penanggulangan Bencana Minimal Bagi TAGANA
SATGAS KHUSUS LOGISTIK
|
|
Satuan Tugas (satgas) Khusus Logistik adalah tim yang dibentuk untuk penugasan dibidang pengumpulan potensi dan sumber – sumber bantuan serta pendistribusiannya untuk penanggulangan bencana.
Tugas Utama dari Satuan Tugas Logistik adalah pengelolaan bantuan terutama pada saat pertama bencana terjadi untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana berdasarkan kaidah manajemen logistik.
Arti Lambang :
Ketentuan penggunaan
Penggunanan lambang kecakapan satgas khusus logistik digunakan pada pakaian PDH Tagana, jika digunakan pada pakaian resmi lainnya berupa pin logam atau menggunakan bahan acrylic.
SATGAS KHUSUS POSKO
|
|
Satuan Tugas Khusus Posko adalah personil penanggulangan bencana dengan penugasan khusus sebagai petugas posko penanggulangan bencana bidang bantuan sosial yang bertugas pada saat pertama bencana terjadi. Tugas utama dari satgas ini adalah mendirikan dan mengelola posko penanggulangan bencana serta mengitegrasikan seluruh potensi ke-posko-an lainnya yang terkait dengan bantuan sosial.
Arti Lambang :
Ketentuan Penggunaan :
Penggunanan lambang satgas khusus posko digunakan pada pakaian PDH Tagana, jika digunakan pada pakaian resmi lainnya berupa pin logam atau menggunakan bahan acrylic
SATGAS KHUSUS PELAYANAN SOSIAL KEMANUSIAAN (HUMANITARIAN )
|
|
Adalah gusus tugas khusus untuk urusan – urusan khusus sosial kemanusiaan atau humanitarian dengan keahlian seperti : psikososial, pelayanan khusus lansia, anak, penyandang disabilitas, dan tugas kemanusiaan lainnya terutama pada fase saat dan setelah bencana terjadi.
Arti Lambang :
Ketentuan penggunaan
Penggunanan lambang kecakapan satgas khusus Rescue digunakan pada pakaian PDH Tagana, jika digunakan pada pakaian resmi lainnya berupa pin logam atau menggunakan bahan acrylic.
SATGAS KHUSUS RESCUE
|
|
Adalah satuan tugas khusus dengan keahlian bidang rescue atau penyelamatan untuk penanggulangan bencana dibidang bantuan sosial.
Arti Lambang :
Warna dasar merah adalah bermakna kondisi darurat atau bahaya dengan tulisan putih “Rescue” yang bermakna pertolongan bagi sesama tanpa diskriminasi (netral)
Ketentuan penggunaan
Penggunanan lambang kecakapan satgas khusus Rescue digunakan pada pakaian PDH Tagana, jika digunakan pada pakaian resmi lainnya berupa pin logam atau menggunakan bahan acrylic.
TIM REAKSI CEPAT (TRC)
|
|
TRC adalah tim yang dibentuk pada saat pertama setelah bencana terjadi. Tugas utama dari TRC adalah melakukan kajian situasi, kajian kebutuhan, kajian rujukan dan kajian penanganan lanjutan serta evaluasi atas suatu peristiwa bencana alam dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. TRC mengakomodir semua data dan informasi dari berbagai sumber yang menangani penanggulangan bencana pada saat itu. Hasil-hasil yang telah dihimpun oleh TRC diserahkan kepada para mengambil keputusan (termasuk Insiden Comando/Manajer Bencana dan posko) sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan.
Arti Lambang:
Ketentuan Penggunaan :
Penggunaan Lambang kecakapan TRC digunakan pada Pakaian PDH Tagana, jika digunakan pada pakaian resmi lainnya berupa pin logam atau menggunakan bahan acrylic
BUDGETING
Budgeting
uniform
Lambang dan Atribut TAGANA
Arti Lambang TAGANA :
Jadi makna dari Lambang Tagana adalah bersikap siaga untuk menghadapi masalah – masalah ketermarjinalan berdasarkan kaidah-kaidah penanggulangan bencana untuk menolong sesama dengan cara-cara yang tepat, cerdas dan bijaksana yang dilakukan secara ikhlas dan sukarela berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa..
PAKAIAN TAGANA
Pakaian Tagana adalah kelengkapan resmi yang digunakan oleh seluruh unsur resmi Tagana. Jenis pakaian Tagana adalah :
Ketentuan Penggunaan :
Pakaian Dinas Lapangan ( PDL)
PDL digunakan untuk seluruh kegiatan yang bersifat taktis dilapangan seperti pelatihan dan atau kegiatan penanggulangan bencana. Untuk melengkapi kebutuhan kelengkapan kegiatan dilapangan, mereka dapat dipenuhi atribut lain yang tidak mengikat sesuai kebutuhan seperti :
( Bandana, Pin Caraniner, Webbing, Sarung Tangan, Ransel, Jaket , Rompi, Jas Hujan, T-shirt, Topi Rimba, P3K, Tas Pinggang, Sleeping Bag, Matras, Lampu Senter, Misting Veldes, Kompas, Stopwatch, Koppel Riem, Peluit ) dan lain – lain
Pakaian Dinas Harian (PDH)
Spec :
Bahan : Ribstock
Warna : Cokelat
Keterangan :
Pakaian
Celana Panjang :
Celana PDH
Spec :
Bahan : Ribstock
Warna : Hitam
Keterangan :
Topi
Spec :
Bahan : Ribstock
Warna : Cokelat
Keterangan : Bordir Logo Tagana
Lencana Tagana :
Lancana Tagana adalah tanda khusus mandat kewenangan untuk pembina, pengurus, koordinator dan preidium.
Matris
Spec :
Bahan : Kuningan + Kulit
Warna : Saung Emas
Ketarangan : Emboss logo Tagana untuk pengurus, koordinator dan presidioum
Ketentuan Penggunaan :
Lencana Tagana digunakan melekat pada PDH tagana didepan saku sebelah kanan.
Penempatan matris/lencana untuk Pembina
STEMPEL
Ukuran :
Luas Keseluruhan : 7 x 2 cm
Backgroundlogo : 2 x 2 cm
Backgroundteks : 5 x 2 cm
Ketentuan Penggunaan :
Digunakan untuk persuratan disekretariat Provinsi / Kabupaten / Kota
KORPS NASIONAL GUGUS TUGAS PENANGGULANGAN BENCANA BIDANG BANTUAN SOSIAL
Adalah induk ikatan seluruh korps gugus tugas satuan penanggulangan bencana bidang bantuan sosial meliputi Satgasus Posko, Satgasus, TRC, Satgasus Logistik, Satgasus Resceu, Satgasus Pelayanan Sosial Kemanusiaan yang berlaku secara nasional. (dasar pembentukan korps nasional gugus tugas penanggulangan bencana bidang bantuan sosial adalah deklarasi nasional penanggulangan bencana pada jambore penanggulangan bencana tanggal 20 Desember 2004 di Cibubur Jakarta yang diikuti oleh wakil – wakil provinsi unsur penanggulangan bencana dari 31 provinsi seluruh Indonesia dan telah disosialisasikan selama 2 tahun dalam berbagai kegiatan)
Arti Lambang :
Ketentuan Penggunaan :
Lambang Korps Penanggulangan Bencana Bidang Bantuan Sosial adalah atribut yang digunakan pada semua pakaian unit – unit khusus penanggulangan bencana yaitu :
PROFIL TAGANA
KABUPATEN PEKALONGAN
TAGANA Kabupaten Pekalongan ditetapkan dengan maksud untuk mendayagunakan dan memberdayakan generasi muda dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pekalongan khususnya dan wilayah lain bila dibutuhkan sesuai dengan perintah penugasan.
TAGANA Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana baik sebelum, pada saat dan sesudah terjadinya bencana di Kabupaten Pekalongan khususnya dan wilayah lain bila dibutuhkan sesuai dengan perintah penugasan.
TAGANA Kabupaten Pekalongan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Sosial melalui Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial c.q. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Bawah Kendali Operasi ( BKO) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan.
TAGANA Kabupaten Pekalongan mempunyai tugas melaksanakan penanggulangan bencana, baik pada pra bencana, saat tanggap darurat, maupun pascabencana, dan tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana, di Kabupaten Pekalongan khususnya dan wilayah lain bila dibutuhkan sesuai dengan perintah penugasan.
Anggota TAGANA Kabupaten Pekalongan pada Tahun 2007 hanya berjumlah hanya 4 (empat) orang saja, pada tahun 2014 mencapai jumlah 45 (empat puluh lima) orang, tetapi seiring dengan berjalannya waktu terdapat anggota Tagana yang mutase ke kabupaten/kota lain, meninggal, Non Aktif, serta mengundurkan diri, sehingga sampai dengan tahun 2021 jumlah anggota Tagana Aktif Kabupaten Pekalongan berjumlah 34 (tiga puluh empat) orang.
Jumlah TAGANA Kabupaten Pekalongan Berdasarkan jenis keanggotaan :
Susunan keanggotaan Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Pekalongan adalah sebagai berikut :
Rabu, 23 Maret 2022
Rabu, 3 Maret 2022
Pada hari ke-3 acara Pembentukan KSB ditutup dengan kegiatan Apel Kesiapsiagaan, Pengukuhan Pengurus KSB dan Simulasi Penanggulangan Bencana.
Pada acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dirjen Linjamsos Robben Rico, Sekda kabupaten Pekalongan Yulian Akbar, Anggota Komisi VIII DPR RI Nurhuda Y, Kepala Dinsos Kab.Pekalongan Rachmawati, S.IP, MM, Camat Tirto, Tim Tagana Propinsi dan Tagana Kab/Kota Pekalongan.
Kementerian Sosial kembali memfasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.
Bencana banjir yang kerap membayangi masyarakat Kabupaten Pekalongan akibat hujan deras serta rob dari laut dan Bencana longsor membuat masyarakat di Kabupaten Pekalongan meningkatkan kesiapsiagaan akan terjadinya bencana di kawasan tempat tinggal mereka.
Sebanyak 60 orang peserta menjadi pengurus KSB, diberikan pengenalan, pembekalan materi, serta pelatihan simulasi kebencanaan selama kurun waktu 3 hari.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan DPR RI dan Kementrian Sosial RI dalam rangka pembentukan Kampung Siaga Bencana Senilai 133 Juta Rupiah.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Nurhuda berterimakasih atas pembentukan KSB
"Di Pekalongan Batang Pemalang adalah daerah rawan bencana maka kita ingin ada Kampung siaga bencana, kesadaran masyarakat untuk gotong royong bersama-sama supaya siaga. kami berharap kegiatan seperti ini bukan hanya di satu titik tapi ada beberapa titik" ujarnya.
Acara diakhiri dengan kegiatan simulasi penanggulangan bencana oleh Tim Tagana dan masyarakat sekitar.
Jumat, 4 Maret 2022
Kamis, 3 Maret 2022
Rangkaian acara Pembentukan KSB telah berlangsung sejak hari Senin, 1 Maret 2022. Pada hari ke-3 ini ditutup dengan Apel kesiapsiagaan, Pengukuhan Petugas KSB, Penyerahan Bantuan Sosial dan Simulasi Penanggulangan Bencana.
Kegiatan simulasi berjalan lancar, seluruh peserta yang terlibat pada acara tersebut sudah memahami materi dan teknis pelaksanaan yang disampaikan pada dua hari sebelumnya.
Mereka mengenali tanda bencana yang datang, kemudian saling bahu membahu menyelamatkan satu sama lain dan menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Peran tim Tagana sangat besar, mereka selalu siap siaga menolong dan menyelamatkan korban bencana. Mereka membangun tenda-tenda dan menyiapkan tempat pengungsian yang layak, menyediakan obat-obatan dan makanan sebagai kebutuhan dasar, serta berbagai perlengkapan yang dibutuhkan oleh korban terdampak bencana.
Semangat dan Sukses untuk Tim Tagana Kab. Pekalongan.
Jumat, 4 Maret 2022
Selasa, 1 Maret 2022. Kegiatan Tagana Masuk Sekolah/TMS
Kegiatan Tagana Masuk Sekolah/TMS adalah salah satu bagian dari Pembentukan Kampung Siaga Bencana.
Sesuai dengan instruksi dari surat edaran bersama Kemensos dan Kemendikbud, menyadari tingginya resiko dan dampak yang dihadapi anak usia sekolah ketika terjadi bencana, Kemensos menetapkan program kegiatan pengurangan resiko bagi anak-anak sekolah serta kelompok anak dan remaja Indonesia.
Tujuan dari kegiatan TMS adalah
- tersampaikannya kebijakan mengenai kebijakan, kegiatan dan teknis pelaksanaan TMS yang dilaksanakan secara tatap muka/offline maupun online,
- tercapainya kesamaan persepsi antara pusat dan daerah mengenai pentingnya pelaksanaan TMS sebagai salah satu upaya penanggulangan bencana dan kegiatan yang perlu dilakukan untuk kesinambungan program,
- tersedianya petunjuk teknis kegiatan TMS untuk digunakan petugas pusat maupun daerah dalam menyusun usulan dan rencana kebutuhan serta dalam melaksanakan kegiatan di lapangan,
- tersedianya petunjuk teknis yang dapat direplikasi pelaksanaan di daerah menggunakan sumber dana APBD atau sumber dana lain yang tidak mengikat.
Bentuk kegiatan TMS sebagai berikut:
- pengenalan jenis bencana dan model penanganan menghadapi bencana,
- strategi kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencanan,
- pengorganisasian penanganan bencana di Satuan Pendidikan,
- menentukan tanda bahaya yang disepakati dan sipahami oleh seluruh pemangku kepentingan di Satuan Pendidikan,
- menentukan dan memasang tanda petunjuk serta evakuasi dan titik kumpul,
- penyampaian informasi/laporan dan permohonan pertolongan,
- penyelenggaraan kegiatan simulasi kebencanaan secara rutin.
Prinsip pelaksanaan TMS:
- pengurangan resiko bencana berbasis sekolah,
- inklusif,
- ramah anak.
Tempat dan waktu pelaksanaan TMS:
Tanggal 1 Maret 2022
- Pukul 08:00 WIB
- Pukul 09:00 WIB
- Pukul 11:00 WIB
- Pukul 14:00 WIB.
Tanggal 2 Maret 2022
- Pukul 08:00 WIB
- Pukul 10:00 WIB
- Pukul 08:00 WIB.
Rabu, 2 Maret 2022
Selasa, 1 Maret 2022. Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Desa Karangjompo Tirto
Sosialisasi pembentukan Kampung Siaga Bencana/KSB akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 1-3 Maret 2022.
Hari ini, Selasa 1 Maret 2022, acara sosialisasi pembentukan KSB telah dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dan dihadiri oleh Muspika, Kepala Desa se-Kecamatan Tirto, Tim Tagana, Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial dan Masyarakat sekitar.
Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menyampaikan pengarahan berdasarkan Permensos Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana,
Kampung Siaga Bencana adalah wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat penanggulangan bencana.
Tujuan dibentuknya KSB yaitu
- memberi pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana,
- membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat,
- mengorganisir masyarakat terlatih siaga bencana,
- menjamin terlaksananya kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang berkesinambungan,
- mengoptimalkan potensi sumber daya manusia untuk penanganan bencana.
Kegiatan Pembentukan KSB meliputi Pembentukan KSB di Desa Karang Jompo Kecamatan Tirto dan Tagana Masuk Sekolah/TMS di Sekolah/Ponpes Kecamatan Tirto,Wiradesa dan Bojong.
Peserta Kegiatan KSB terdiri dari unsur masyarakat peduli bencana dari lima Desa yaitu Desa Karang Jompo, Tegal Dowo, Mulyorejo, Jeruksari dan DesaPacar, serta di dukung oleh tim Tagana Kab.Pekalongan.
Kegiatan KSB terbagi sebagai berikut:
- Hari pertama Penyuluhan/sosialisasi KSB 100 peserta,
- Hari ke-2 Pelatihan KSB 60 peserta,
- Hari ke-3 Simulasi Penanggulangan bencana 250 peserta,
- Tagana Masuk Sekolah/TMS di Sekolah dan Ponpes masing-masing 100 peserta.
Selasa, 1 Maret 2022
|
No |
Jenis |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Anggota Tagana yang berasal dari masyarakat |
36 |
Ada Penetapan |
|
2 |
Tagana Kehormatan yang karena tugasnya dibidang penanggulangan bencana |
5 |
Pembina Teknis (belum ada penetapan) |
|
3 |
Tagana Kehormatan |
1 |
Pembina Utama (belum ada pengukuhan) |
|
No |
Jenjang |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
TAGANA Muda |
7 |
- Lulus Diklat Dasar
|
|
2 |
TAGANA Muda |
25
|
- Lulus Diklat Dasar - Lulus Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kemensos RI |
|
3 |
TAGANA Madya |
2 |
- Lulus Diklat Dasar - Lulus Diklat Tingkat Madya - Lulus Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kemensos RI |
|
7 |
TAGANA Utama |
0 |
|
|
No |
Nama |
NIAT |
Kedudukan dalam FK Tagana |
Status |
|
1 |
Mokhamad Zainudin |
2014.08.1211 |
Koordinator |
Aktif |
|
2 |
Duwiko Wiharsono |
2014.10.1464 |
Sekretaris |
Aktif |
|
3 |
Wahyudi |
2017.14.0201 |
Bendahara |
Aktif |
|
4 |
Cahyono |
2014.08.1210 |
Bidang Operasional |
Aktif |
|
5 |
Mukti Baidhowi |
2017.14.0214 |
Bidang Data dan Informasi |
Aktif |
|
6 |
Mohammad Fachrudin |
2014.08.1212 |
Bidang SDM |
Aktif |
|
7 |
Abdul Rozak |
2017.14.0213 |
Seksi Pelayanan Shelter |
Aktif |
|
8 |
Arilulu Asribowo |
2017.14.0197 |
Seksi Pengumpulan Data |
Aktif |
|
9 |
Achmad Sholeh |
2017.14.0211 |
Seksi Perencanaan dan Program |
Aktif |
|
10 |
Warsido |
2014.08.1215 |
Seksi Logistik |
Aktif |
|
11 |
Amat Solichin |
2017.14.0209 |
Seksi Penyebarluasan Informasi dan Pelaporan |
Aktif |
|
12 |
Slamet Trima |
2014.08.1214 |
Seksi Pengembangan dan Seleksi |
Aktif |
|
13 |
Akhmad Sukron |
2014.07.0794 |
Staf |
Aktif |
|
14 |
Agung Prastiyo |
2014.08.1209 |
Staf |
Aktif |
|
15 |
Mohammad Habib Alfarizi |
2017.14.0195 |
Staf |
Aktif |
|
16 |
Ibnu Musholeh |
2017.14.0196 |
Staf |
Aktif |
|
17 |
Mohammad Junaedi |
2017.14.0198 |
Staf |
Aktif |
|
18 |
Teguh Presetiyo |
2017.14.0199 |
Staf |
Aktif |
|
19 |
Muji |
2017.14.0200 |
Staf |
Aktif |
|
20 |
Rasbiyanto |
2017.14.0202 |
Staf |
Aktif |
|
21 |
Ritno Trijoyo |
2017.14.0203 |
Staf |
Aktif |
|
22 |
Nurul Khamid Afandi |
2017.14.0204 |
Staf |
Aktif |
|
23 |
Taufik Abidin |
2017.14.0205 |
Staf |
Aktif |
|
24 |
Nur Abdilah |
2017.14.0206 |
Staf |
Aktif |
|
25 |
Ibnu Gunoto |
2017.14.0207 |
Staf |
Aktif |
|
26 |
Slamet Mustofa |
2017.14.0208 |
Staf |
Aktif |
|
27 |
Fachrudin |
2017.14.0210 |
Staf |
Aktif |
|
28 |
Sigit Afifi |
2017.14.0212 |
Staf |
Aktif |
|
29 |
Jayeng Kurniawan |
2017.14.0218 |
Staf |
Aktif |
|
30 |
Rochim SY |
2014.10.1571 |
Staf |
Aktif |
|
31 |
Rossi Ardiyanti |
2014.08.1213 |
Staf |
Aktif |
|
32 |
Mudjilan |
2017.14.0215 |
Staf |
Legiun Aktif |
|
33 |
Edy Prayetno |
2017.14.0217 |
Staf |
Legiun Aktif |
|
34 |
Widiyanto |
2014.10.1468 |
Staf |
Legiun Aktif |
|
35 |
Umi Rufaidah |
2014.07.0793 |
Staf |
Aktif |
|
36 |
Uswatun Khasanah |
2014.10.1467 |
Staf |
Legiun |
|
37 |
Zaenal Mutaqien |
2014.08.1216 |
Staf |
Legiun |